Nampaknya dua domain baru yang diluncurkan PANDI, my.id dan biz.id, akan ditinggalkan oleh pengguna internet. Dua domain ini dipatok dengan harga yang terlalu mahal. Mestinya harganya maksimal sama dengan dot.com. Jika dot.com rata – rata di perusahaan hosting dalam kisaran 90.000, dua domain tersebut dipatok PANDI di harga 100.000, sampai di perusahaan hosting dalam kisaran 110.000.
Tentu harga ini kelewat mahal untuk domain baru, apalagi domain yang belum tentu menarik seperti my.id dan biz.id, mestinya PANDI mempertimbangkan kembali hitungan harga ini, jangan sampai nasibnya seperti net.id dan war.id yang hilang ditelan belantara internet. Belajar dari web.id yang laris manis karena murah, tetapi kemudian dinaikkan 100%, mestinya PANDI tidak terlalu profit oriented, padahal PANDI sendiri menyatakan bukan sebagai lembaga komersial, tetapi berkaca dari penerapan harga ini, nampaknya cap lembaga non profit oriented tidak lagi bisa disandang oleh PANDI. Semua hanya jadi slogan semata.
Dengan penerapan harga yang murah, PANDI akan bisa mendorong perkembangan internet agar semakin berkembang di Indonesia, tetapi dengan harga mahal, PANDI malah akan menghambat perkembangan internet di Indonesia.
Dari statistik domain id, jelas sekali menunjukkan bagaimana my.id dan biz.id sangat tidak laku, jumlahnya hanya ratusan. itupun perkembangannya sangat lambat. Bandingkan dengan web.id dan co.id yang sampai ratusan ribu domain.
Perkembangan domain web.id juga perlu diperhatikan oleh PANDI, ketika harganya dinaikkan dari 25.000 ke 50.000, jumlah penggunanya juga terus menurun, orang akan cenderung menggunakan .com atau TLD yang lain jika harga domain id ternyata tidak lebih murah dari .com atau yang lain. Ini mestinya menjadi evaluasi bagi PANDI bagaimana agar pengguna internet dan pemilik domain justru harus semakin banyak, bukan semakin menurun karena kebijakan yang tidak masuk akal dari PANDI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *