Maintenance LAN dan Wireless Network

jaringan-dg-wireless

Kemarin, kami diminta untuk memperbaiki koneksi jaringan di sebuah kantor. Keluhannya adalah salah satu komputer tidak dapat terkoneksi dengan jaringan dan otomatis tidak terkoneksi internet.

Pada dasarnya, perbaikan LAN ini gampang – gampang sulit, mengapa? karena biasanya kabel LAN tersusun dari banyak kabel yang memiliki koneksi ke tujuan masing – masing, jika kabel – kabel ini memiliki label dan terdukumentasi dengan baik, tentu tidak sulit dalam troubleshootingnya, tetapi jika sebaliknya, sulitnya setengah mati, kita harus melacak semua kabel – kabel ini dan arahnya di dalam jaringan.

Oleh karena itu, yang bisa dan mudah melakukan perbaikan adalah orang yang pertama kali menyusun jaringan tersebut, karena orang inilah yang mengerti jalur – jalur kabel dan koneksinya.

tetapi bagaimana jika orang tersebut sudah tidak ada atau tidak bisa dihubungi? Inilah sulitnya, orang lain yang mengerjakan tentu harus belajar dan menelusuri jalur yang dibuat orang pertama, dan ini membutuhkan waktu.

Seperti kejadian yang kami diminta untuk memperbaiki LAN ini, yang mengerjakan LAN ini adalah orang pusat, di Jakarta. Jika hanya untuk memperbaiki LAN 1 yang putus harus memanggil orang pusat, tentu biayanya tidak sebanding dengan kerusakannya, diperlukan orang lokal  saja, agar biayanya murah.

Setelah kami telusuri, memang ada satu kabel yang rusak, ternyata kabel ini tidak memiliki labelling dan menurut cerita dari petugas di lokasi, kabel – kabel ini semuanya mengarah ke lantai 3 sebagai pusatnya. Nah… Keruwetan dimulai dari sini, untuk menentukan kabel mana yang rusak, sangat tidak mudah, harus menguji semua kabel dan itu membutuhkan waktu, belum lagi pekerjaan – pekerjaan lain yang terganggu karena pencarian kabel ini.

Akhirnya kami putuskan untuk mencari cara lain agar tidak terlalu rumit mencari kabel ini, kami melihat ada jaringan wireless yang dihubungkan ke sebuah router  dan ternyata jaringan ini terhubung ke lantai 3 (pusatnya) yang berfungsi dengan normal. Kenapa tidak menyambungkan kabel ini dengan router saja?

Setelah kami lakukan uji coba, akhirnya bisa dilakukan dengan sukses. Kami kemudian menelusuri lagi, apakah ada jaringan lain yang terganggu dengan memasukkan 1 komputer ke router ini, setelah beberapa kali tes, alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Pekerjaan selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>